Rancangan Rencana Pemasaran
(Marketing Plan)
Kosongkan dulu gelasnya, rendahkan hatinya agar siap menerima ilmu. Menembus pasar global dengan pemetaan komprehensif atas perilaku konsumen linguistik terapan melalui Formula 5's A.
3. Marketing Plan
Marketing plan adalah elemen kunci dalam kesuksesan sebuah bisnis. Dengan perencanaan pemasaran yang baik, sebuah usaha—termasuk kewirausahaan bahasa—dapat menyasar konsumen yang tepat, menggunakan strategi yang efisien, dan mencapai tujuan usahanya dengan lebih terukur dan terarah.
Termasuk bisnis yang sudah berjalan tetap terus melakukan marketing plan yang difokuskan pada implementasi keputusan yang berhubungan dengan variabel marketing mix yaitu produk (product), harga (price), distribusi (place), dan promosi (promotion).
Marketing plan yang akan kita bahas adalah melalui 5 tahapan yang sering dialami oleh para customer dan di sini diformulesikan dengan formula 5’s A.
Gambar 3-1: Kerangka Utama Tahapan Konsumen 5's A
Eksplorasi Mendalam 5 Tahapan Formula 5's A
Kelima elemen itulah yang bisa membuat marketing plan Anda akan lebih tajam. Berikut adalah uraian mendalam dari setiap tahapan:
| Tahapan | Definisi Materi Asli | Penjelasan Tambahan Akademik (Komprehensif) |
|---|---|---|
| AWARENESS | Ketika mereka mengenal produk kita dari iklan atau dari yang lain. | Tahap paling awal di mana calon pelanggan mengetahui keberadaan brand jasa bahasa Anda (seperti lembaga translasi hukum atau e-course TOEFL) melalui impresi awal media digital maupun konvensional. |
| APPEAL | Ketika mereka sudah mulai tertarik. | Konsumen memproses stimulus iklan dan memunculkan ketertarikan emosional maupun rasional terhadap keunikan (Unique Selling Point) layanan bahasa yang ditawarkan. |
| ASK | Ketika mereka sudah mulai bertanya-tanya, membandingkan produk, harga, dst. | Konsumen aktif mencari konfirmasi dengan melihat ulasan, menanyakan harga paket bimbingan, atau membandingkan kurikulum pengajaran dengan kompetitor. |
| ACT | Ketika mereka memilih dan menggunakan. | Tahap konversi krusial di mana calon konsumen melakukan aksi nyata seperti membayar biaya kursus, mendaftar aplikasi belajar, atau menandatangani kontrak proyek penerjemahan. |
| ADVOCATE | Dimana mereka mulai merekomendasikan produk atau jasa yang kita tawarkan dengan menceritakan pengalaman positif mereka kepada teman-teman/orang lain tentang brand atau produk/jasa Anda. | Loyalitas tingkat tertinggi ketika konsumen bertransformasi menjadi promotor sukarela yang menyebarkan testimoni positif (word-of-mouth) karena kepuasan yang luar biasa terhadap layanan linguistik Anda. |
Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan Audit. Apa yang sebetulnya salah di Marketing Plan Anda dan apa yang sudah betul. Audit ini sebenarnya melakukan assessment terhadap apa yang salah dan apa yang sudah baik di marketing plan Anda dan apa yang harus dipertajam lagi pada Marketing plan berikutnya.
Audit Masalah Klasik Pemasaran & Solusi Strategis
Jika marketing plan ingin dipertajam maka kita harus bisa menentukan prioritas atau objectives. Apa yang harus diperbaiki dan itu saja yang bisa menjadi fokus utama lembaga. Berikut adalah 4 hambatan pemasaran klasik beserta solusi taktisnya:
MASALAH PERTAMA: NO ATTRACTION
Jika marketing plan Anda mengalami masalah dari AWARE ke APPEAL, di mana brand Anda tidak ada yang tahu atau pada tahu tapi tidak ada yang suka dengan brand Anda.
SOLUSI: IMPROVE ATTRACTION
Jika masalahnya adalah daya tarik yang sangat rendah, lakukan perbaikan di marketing communication. Pilihlah iklan Anda yang tepat, mungkin salah menaruh penempatan iklannya atau cara komunikasi Anda yang kurang tepat. Kreatifnya kurang menarik dan perlu perbaikan. Memposisikan kembali (repositioning) brand Anda di benak calon pelanggan.
Gambar 3-2: No Attraction
Gambar 3-3: Improve Attraction
MASALAH KEDUA: NO CURIOUSITY
Masalah di mana nobody talks about it, tidak ada yang mencari di Google sehingga tidak ada yang mau mencari tahu lebih lanjut tentang brand wirausaha bahasa Anda.
SOLUSI: IMPROVE CURIOUSITY
Jika masalahnya pada ketidaktahuan calon customer (Curiousity yang sangat rendah), terapkan strategi berikut:
- Content Marketing: Ciptakan konten-konten menarik yang membuat masyarakat penasaran. Lakukan konten marketing di media-media sosial, pembuatan artikel edukatif di website dengan mengoptimalkan jasa SEO (Search Engine Optimization), dll.
- Community Marketing: Membangun ekosistem komunitas pembelajar sehingga banyak yang memperbincangkan brand-brand Anda, dan memicu ketertarikan khalayak luas untuk mengetahui lebih lanjut tentang keunggulan brand Anda.
Gambar 3-4: No Curiousity
Gambar 3-5: Improve Curiousity
MASALAH KETIGA: NO COMMITMENT
Masalah di mana nobody buys (registers) it. Tidak ada yang mau membeli/mendaftar, atau jumlah pendaftar sangat minim, atau bahkan sebenarnya ada yang berniat mendaftar tetapi saluran pembelian (channel) sulit ditemukan, tidak mencantumkan tautan pendaftaran, ketiadaan kontak chat admin, atau websitenya tidak bisa diakses.
SOLUSI: IMPROVE COMMITMENT
Solusinya dapat ditempuh melalui dua pilar tata kelola pemasaran:
- Better Sales Force Management: Jika tidak ada yang beli/mendaftar mungkin struktur manajemen operasional Anda yang perlu diperbaiki, semangat tim marketing sudah mulai kendor, atau mutu pelayanan kepada customer perlu ditingkatkan secara berkala.
- Better Channel Management: Jika saluran penjualan (channel) bermasalah, maka Anda perlu mencari alternatif saluran lain, memanfaatkan saluran insentif/berbayar, atau mendongkrak tingkat inovasi pada konten pemasaran agar akses transaksi menjadi sangat mudah dan cepat.
Gambar 3-6: No Commitment
Gambar 3-7: Improve Commitment
MASALAH KEEMPAT: NO AFFINITY
Masalah di mana nobody loves it. Kondisi di mana konsumen sebenarnya sudah menggunakan jasa/produk bahasa Anda, namun mereka kecewa dengan performa produk/layanan tersebut. Dampak buruknya, mereka enggan merekomendasikan brand Anda kepada kolega, keluarga, atau jaringan pertemanan mereka.
SOLUSI: IMPROVE AFFINITY
Langkah perbaikan dapat dijalankan dengan dua cara taktis, misalnya:
- Loyalty Program: Rancanglah program loyalitas pelanggan yang terstruktur (seperti diskon kelanjutan kelas, akses gratis modul e-book premium bagi alumni) yang membuat customer Anda merasa terikat dan selalu engage secara emosional dengan brand Anda.
- Better Customer Care: Ciptakan sistem layanan pelanggan yang responsif, empatik, ramah, dan solutif sehingga customer Anda senantiasa merasa nyaman, dihargai, dan senang ketika berinteraksi dengan lembaga bisnis Anda.
Gambar 3-8: No Affinity
Gambar 3-9: Improve Affinity
"Itulah masalah-masalah klasik di pemasaran yang wajib diidentifikasi secara jeli oleh setiap wirausahawan bahasa guna memastikan keberlanjutan bisnis secara jangka panjang."
Uji Kompetensi Mandiri: Bab 3
Uji tingkat pemahaman strategis Anda mengenai Rencana Pemasaran (Marketing Plan) & Formula 5's A. Total bobot: 100 poin.